Hadiri Upacara Adat OHLORZ SUMULO; Kadisbud Sulut Optimis Program ODSK Terus Dilakoni Masyarakat

oleh

Loading

IMG-20210505-WA0023

 

TOMOHON, MediaManado.com – UU Nomor 5 Tahun 2017 terkait Pemajuan Kebudayaan dan program Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw terkait Kebudayaan terus dimantapkan Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut dibawah nahkoda Patricia Mawitjere.

Pemajuan Kebudayaan di Sulut terus digenjot Disbud Sulut melalui program ODSK terkait Kebudayaan, diantaranya melalui program ‘Simak Budaya Torang ODSK‘. Program ini diangkat guna memberi apresiasi yang tinggi terhadap Desa Budaya, Tradisi Lisan serta Musik Kolintang sebagai kekayaan budaya daerah Sulut.

Dalam rangka Pemajuan Kebudayaan yang selaras dengan program ODSK, Kadis Kebudayaan Patricia Mawitjere juga tak sungkan-sungkan menghadiri kegiatan Kebudayaan dan Seni di daerah. Hal ini dilakukannya guna memberi spirit bagi pelaku budaya dan seni di daerah untuk terus mengangkat dan melestarikan budaya dan tradisi pun seni lokal.

IMG-20210505-WA0026

Hal itu terbukti dari kehadiran Kadisbud Patricia Mawitjere pada Upacara Adat OHLORZ SUMULO yang dilaksanakan Rumah Budaya Nusantara (RBN) Wale Ma’Zani Minahasa, Tomohon, Selasa (04/05/2021).

Diketahui, Upacara Adat OHLORZ SUMULO merupakan Tradisi Suku Minahasa ketika menempati rumah atau tempat usaha yang baru, maka diawali dengan sebuah upacara adat yang disebut OHLORZ SUMULO.

Upacara Adat ini mengungkapkan rasa syukur atas selesainya bangunan fisik, sekaligus memohon berkat dan rahmat penyertaan dari Allah Yang Maha Kuasa (Opo Empung Wailan Wangko) atas rumah tempat usaha ini.

IMG-20210505-WA0035

Menurut Mawitjere, Upacara Adat OHLORZ SUMULO dilaksanakan untuk usaha baru berupa Wale Kakasean (Homestay), apalagi ritual upacara adat orang Minahasa ini dibuat ketika akan memasuki dan bertinggal di rumah yang baru atau alam bahasa Manado dikenal dengan istilah ‘Nae Rumah Baru’.

“Pak Gubernur Olly Dondokambey dan pak Wagub Drs Steven OE Kandouw memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wale Ma’Zani, terlebih kepada Ketua Sanggar, pak Joudy Aray yang selama 15 tahun bekerja keras dalam pemajuan kebudayaan Minahasa di Kota Tomohon. Semoga tempat ini bisa menjadi salah satu spot budaya yang bisa dikenal dunia,” ungkap Mawitjere mewakili Gubernur Sulut saat memberikan sambutan.

Patricia Mawitjere juga menambahkan bahwa kemajuan suatu daerah itu juga terletak pada kemajuan budayanya.

“Karena kebudayaan itu, bukan hanya berbicara Seni dan Budaya, akan tetapi Pola Pikir dan Perilaku. Itu mengacuh pada kata dasar dari Kebudayaan itu adalah ‘budhaya’ dalam bahasa Sansekerta artinya pola pikir dan perilaku,” terangnya.

IMG-20210505-WA0034

Sehingga, tandas Mawitjere, Kebudayaan itu adalah internalnya suatu daerah atau ‘siapanya kita’. Dengan begitu, karakter suatu daerah terlihat dari budayanya.

“Sedangkan eksternal-nya ada di Pariwisata atau disebut ‘apanya kita’,” ucap Mawitjere.

Kegiatan budaya ini dihadiri Wakil Walikota Tomohon, Wenny Lumentut SE, DR. Perry Rumengan, DR. Paul Renwarin, Pdt DR. Siwu dan para seniman dan budayawan. (Ferry)