MANADO, Mediamanado.com – Anggota DPRD Sulawesi Utara, Vionita Kuera, mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menindaklanjuti persoalan keterlambatan kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Menurut Vionita, keterlambatan pengiriman BBM menjadi salah satu keluhan masyarakat di wilayah kepulauan. Gangguan tersebut dilaporkan berkaitan dengan kerusakan kapal maupun persoalan dokumen yang telah kedaluwarsa.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sulut bersama PT Pertamina SulutGo di Ruang Serbaguna DPRD Sulut, Senin (19/10/2026).
“Kami sering menerima laporan kapal terlambat datang dengan alasan kerusakan mesin maupun persoalan dokumen. Ini harus ditindaklanjuti agar distribusi BBM ke Sitaro tidak terus mengalami kendala,” tegas Vionita.
Vionita meminta Pertamina mengevaluasi kesiapan armada transportasi laut dan berkoordinasi dengan pihak transportir untuk memastikan pengiriman BBM berjalan lebih teratur.
Vionita juga mempertanyakan strategi Pertamina dalam menjaga ketersediaan BBM ketika cuaca ekstrem dan gangguan pelayaran menghambat distribusi ke pulau-pulau kecil.
Selain masalah transportasi, ia menyoroti laporan masyarakat mengenai dugaan ketidaksesuaian volume BBM yang diangkut kapal dengan jumlah yang diterima di lokasi tujuan.
Dirinya juga meminta Pertamina memperketat pengawasan distribusi hingga ke penyalur terakhir serta memastikan takaran dan harga jual BBM sesuai ketentuan.
Menanggapi hal tersebut,PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi , Agung Afrizal, menjelaskan bahwa distribusi BBM ke wilayah kepulauan memiliki tahapan lebih panjang dibandingkan daerah daratan.
BBM dikirim menggunakan kapal ke pelabuhan, kemudian dipindahkan ke mobil tangki untuk dibawa ke fasilitas penyimpanan di lembaga penyalur.
Terkait keterlambatan kapal, Agung menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak transportir untuk ditindaklanjuti.
“Kami akan menyampaikan persoalan ini kepada pihak transportir. Jika tersedia kapal baru, tentu akan lebih baik untuk mendukung kelancaran distribusi,” ujarnya.
Vionita berharap koordinasi dan pengawasan yang lebih ketat dapat mencegah gangguan distribusi berulang, sehingga masyarakat Sitaro memperoleh BBM dengan lebih mudah dan tepat waktu.
(DM)





