MANADO, Mediamanado.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menjadi tuan rumah kunjungan delegasi Chung Yuan Christian University (CYCU), Taiwan, dalam agenda Exploratory Partnership Discussion yang berlangsung pada Rabu (22/4/2016) di lingkungan kampus.
Rombongan CYCU diisi oleh lima akademisi, yakni Prof. Ta-I Yang, Prof. Min-Hua Chen, Prof. Kai Wang, Prof. Sheng-Po Chen, dan Prof. Hariyanto Gunawan. Kehadiran mereka disambut pimpinan Polimdo, dipimpin Direktur Dra. Maryke Alelo, MBA, bersama Wakil Direktur Bidang Akademik Dr. Diane Tangian, SH., M.Si., Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Rudolf G. Mait, ST., MT., serta Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Juliet Makinggung, SE., M.Si. Sejumlah dosen dan mahasiswa juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Direktur Polimdo, Maryke Alelo, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membuka peluang kerja sama internasional bagi institusi yang dipimpinnya.
“Kami menyambut baik kunjungan dari CYCU. Ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam bidang pendidikan dan penelitian,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pengembangan akademik hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan adanya kesamaan visi untuk saling mendukung kemajuan institusi.
Sementara itu, perwakilan CYCU, Prof. Ta-I Yang, menjelaskan bahwa pihaknya membuka peluang beasiswa bagi dosen maupun alumni Polimdo sebagai bagian dari penguatan kerja sama.
“Kami berharap program beasiswa ini dapat dimanfaatkan oleh dosen dan lulusan Polimdo untuk melanjutkan studi serta memperkuat kompetensi di tingkat global,” ungkapnya.
Selain agenda diskusi, delegasi CYCU juga meninjau sejumlah fasilitas dan laboratorium di Polimdo, khususnya di Jurusan Teknik Mesin, guna melihat langsung potensi sarana prasarana yang dimiliki.
Melalui pertemuan ini, kedua institusi berharap dapat segera merealisasikan kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) serta program kolaboratif berkelanjutan.
“Kami optimistis kerja sama ini akan memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan kualitas pendidikan maupun daya saing lulusan di kancah internasional,” tambah Maryke.
(*/YB)





