Potongan Dana PIP di SMPN 1 Dimembe Bukan tanpa Alasan

oleh
Kepala SMP Negeri 1 Dimembe Karel J. Kolulun.

Loading

Potongan Dana PIP di SMP Negeri 1 Dimembe Bukan tanpa Alasan
MINUT, Mediamanado – Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Dimembe memberikan penjelasan terkait potongan Dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) Karel J. Kolulun, bahwa kuota jumlah siswa SMPN 1 Dimembe yang diusulkan untuk penerima bantuan dana Program Indonesia Pintar ini berjumlah 462 siswa. Namun yang diusulkan tersebut tidak seluruhnya terealisasi.
“Dari 462 nama yang diusulkan ke pusat hanya 392 siswa yang melengkapi prosedur pemberkasan. Sehingga masih ada 70 siswa yang belum melengkapi pemberkasan.
Dari 392 siswa yang melengkapi pemberkasan dan diusulkan pada tahap awal pencairan, baru 307 siswa yang direalisasikan,” jelas Kepsek seraya menyebut bahwa bukan 415 siswa sebagaimana yang telah diberitakan.

Lebih lanjut dijelaskan Kepsek Karel, pihaknya juga belum lama ini telah mengusulkan tahap II ke Bank untuk sisa 85 siswa dari jumlah awal 392 yang belum dapat, namun tidak semua yang teraliasi.
“Dari 85 untuk usulan tahap II hanya 7 yang direalisasikan. Jadi total siswa penerima bantuan PIP ini baru 314. Untuk sisanya ditambah dengan 70 siswa yang belum melengkapi persyaratan berkas, akan dibantu oleh pihak sekolah untuk melakukan pengecekan langsung ke bank,” ujar Kepsek.

Kepsek Karel mengakui, jika adanya potongan Dana PIP tersebut. Namun potongan yang dilakukan oleh pihak sekolah bukan tanpa alasan atau untuk mengambil keuntungan pribadi.
“Perlu dijelaskan, bahwa tidak semua siswa penerima bantuan ini nilainya sebesar Rp.750,000. Hanya siswa kelas 7 dan 8. Untuk kelas 9 hanya Rp.350,000.
Terkait potongan Dana tersebut untuk pembelian buku AKM atau buku Asesmen Kompetensi Minimum,” katanya.

Sebagaimana ditambahkan, untuk buku AKM tentang Literasi dan Numerasi yang diwajibkan untuk dimiliki siswa sebanyak 3 buku, harganya masing-masing senilai Rp.82,000.
“Jadi potongan Dana tersebut untuk pembelian 3 buku AKM yang harus dimiliki para siswa. Sehingga itu yang menjadi alasan utama dari potongan Dana PIP,” tuturnya.

Adapun saat ini, pihaknya diakui Kepsek telah didatangi oleh Kadis Pendidikan Minut. Bahwa sudah ada edaran dari Kementerian Pendidikan terkait penundaan ujian AKM bagi kelas 8 dan penundaan ujian akhir sekolah kelas 9. Sehingga kebijkan pemotongan Dana PIP sudah bergulir dikembalikan kepada siswa penerima.
“Ibu Kepala Dinas sudah datang dan menjelaskan terkait edaran dari Kementerian. Saat ini kami pihak SMP Negeri  1 Dimembe telah merealisasikan kembali dana PIP kepada siswa penerima dan telah bergulir sejak akhir bulan lalu,” tambah Kepsek Karel sembari menyebut bahwa ada tanda terima dari para orang tua siswa. (**)