
MANADO, MediaManado.com – Seorang wartawan media online di Kota Bitung, Sulawesi Utara yang dibacok orang tak dikenal, Senin (28/08/2017) dini hari, mendapat perhatian serius DPW Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sulut.
“Karena kepolisian telah berhasil menangkap para pelaku, maka saya meminta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Ketua DPW IWO Sulut, Victor Rarung, Selasa pagi (29/08/2017).
Lanjut dikatakan, jajaran organisasi yang dipimpinnya mengapresiasi kinerja kepolisian. “Proaktif Polres Bitung kami apresiasi tinggi-tinggi. Dan saya sayangkan aksi anarkis terhadap jurnalis masih saja terjadi,” kata Rarung prihatin.
Keprihatinan juga disampaikan Ketua DPW IWO Kalimantan Barat (Kalbar), Kristoporus Popo, S.Pd. “Bila kasus ini menyangkut pemberitaan wartawan, hendaknya pihak yang merasa dirugikan meminta hak jawab kepada wartawan bersangkutan,” tegas Popo.
Ditambahkan Ketua Dewan Kehormatan IWO Kalbar Yudo Sudarto, SP,MSi, bahwa apabila terjadi delik pers atau kasus-kasus berkaitan dengan pers, sebaiknya diselesaikan sesuai UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999. Salah satu Ahli Dewan Pers ini mengingatkan, tugas wartawan kerap sampai larut malam, jadi harus tetap waspada dalam bertugas.
“Perlu waspada mengingat tugas pers kadang-kadang sampai larut malam misalnya meliput berita saat konflik. Karena itu jurnalis perlu extra hati hati,” katanya.
Seperti diketahui, Ivan Awandatu (37). Warga Kelurahan Sagerat Weru Satu, Kota Bitung yang juga berprofesi sebagai wartawan, menjadi korban penikaman oleh pelaku, Senin (28/08/2017), sekitar pukul 00.30 WITA, di wilayah Kelurahan Girian Atas Lingkungan I.
Saksi, Dio Takalamingan (17) menuturkan, dirinya saat itu menghadiri acara pesta ulang tahun seorang warga Kelurahan Girian Atas Lingkungan V dan dihampiri korban. Dalam keadaan gugup, korban mengatakan, dirinya dikejar orang tak dikenal yang membawa senjata tajam jenis pisau.
Saksi lalu memberitahukan kejadian ini kepada temannya, Maikel Giroth. Ketiganya (korban, Dio dan Maikel) kemudian mendatangi pelaku dan bermaksud menanyakan, mengapa mengejar korban.
Pelaku berlari ke arah jalan raya dan pada saat itu datang teman pelaku dari lorong di samping Rumah Makan Amoy yang memberikan sebilah pisau.
Pelaku kemudian berbalik mengejar korban serta kedua saksi. Korban terjatuh dan langsung ditikam oleh pelaku dibeberapa bagian tubuhnya, antara lain kepala, telinga kanan dan tangan kanan. Kedua saksi melarikan diri sambil berteriak minta tolong. (*)





