Turun ke Dapil, DPRD Sulut Tampung Aspirasi Dari Berbagai Kelurahan di Manado

oleh

Loading

MANADO, Mediamanado.com – Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Manado menggelar kegiatan reses di berbagai wilayah di Kota Manado pada akhir Maret 2026. Agenda ini dimanfaatkan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan dalam program pembangunan daerah.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, Royke Anter, melaksanakan reses di Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Selasa (31/03/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Ternate Tanjung Rini Moki, jajaran kepala lingkungan, perangkat kelurahan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Dalam Reses I masa persidangan kedua tahun 2026, Royke Anter yang juga Koordinator Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional bagi setiap anggota dewan untuk turun langsung ke daerah pemilihan.

“Reses dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Ini menjadi tugas kami untuk menjemput aspirasi dan masukan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan mencuat, di antaranya distribusi bantuan pascabanjir yang dinilai belum merata, kendala layanan dan kepesertaan BPJS Kesehatan, serta permohonan pendampingan dalam penerbitan sertifikat tanah.

Menanggapi hal tersebut, Royke Anter berkomitmen untuk mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Semua masukan akan kami tindak lanjuti dan diteruskan ke pihak terkait, baik di tingkat kota, provinsi, hingga pusat sesuai kewenangannya. Kami akan berupaya agar keluhan warga mendapatkan solusi nyata,” tegasnya.

Selain Royke Anter, anggota DPRD Sulut Louis Carl Schramm juga melaksanakan reses di sejumlah titik di Kota Manado. Dalam kunjungannya di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Senin (30/03/2026), ia menerima beragam keluhan warga, mulai dari akses jalan menuju Kampung Rakit, kondisi jalan yang belum diaspal, keterbatasan penerangan, hingga kebutuhan di sektor pendidikan.

“Prioritas kami adalah kebutuhan mendesak masyarakat agar bisa segera direalisasikan,” ujar Schramm.

Lurah Bailang, Aldo KE Sumerah, mengapresiasi perhatian DPRD dan berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Manado terus terjalin demi kemajuan wilayah.

Sebelumnya, dalam agenda reses di Kecamatan Tuminting dan Malalayang pada Sabtu (28/03/2026), Schramm juga menyerap berbagai aspirasi warga. Di Tuminting, masyarakat mengeluhkan akses jalan menuju area pemakaman serta mendorong penguatan ekonomi melalui koperasi. Sementara di Kelurahan Kleak, Malalayang, persoalan drainase yang menyebabkan genangan saat hujan menjadi sorotan. Warga juga menyampaikan isu lain seperti ketersediaan obat di RS ODSK, pendampingan UMKM, hingga penanganan sampah plastik.

Schramm memastikan seluruh aspirasi tersebut akan dirangkum dalam pokok-pokok pikiran DPRD untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Di sisi lain, anggota DPRD Sulut Julyeta P. Runtuwene juga menggelar Reses I masa persidangan kedua tahun 2026 di Kelurahan Pinesaan, Manado, Senin (30/03/2026). Runtuwene menegaskan bahwa reses merupakan momen penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Reses adalah momen bagi kami turun langsung ke dapil untuk menyerap aspirasi masyarakat, yang nantinya dirumuskan dalam pokok-pokok pikiran dan diperjuangkan dalam program pemerintah,” ujar Julyeta.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari infrastruktur jalan, transportasi, hingga sektor pendidikan, budaya, dan pariwisata. Menanggapi hal itu, Julyeta menegaskan seluruh aspirasi akan dibahas dalam forum DPRD.

“Seluruh usulan masyarakat akan kami bawa ke forum DPRD untuk dicarikan solusi,” tegasnya.

Runtuwene juga menyebut sejumlah aspirasi sebelumnya telah ditindaklanjuti, seperti perhatian pemerintah terhadap museum serta disahkannya Perda RTRW Sulawesi Utara tahun 2026 sebagai hasil perjuangan bersama.

Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Iren Golda, melaksanakan reses di sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Meras, Mapanget Barat, Lawangirung, dan Wenang Utara. Dalam kunjungannya di Meras pada Senin (29/03/2026), warga menyampaikan berbagai aspirasi seperti kebutuhan air bersih, perbaikan drainase, pengadaan timbangan posyandu, serta fasilitas penunjang kegiatan.

Di Mapanget Barat pada Selasa (31/03/2026), masyarakat mengusulkan pembangunan paving jalan serta pemasangan tiang listrik. Sementara di Lawangirung dan Wenang Utara, warga mengusulkan pemasangan lampu jalan serta perbaikan trotoar.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Iren Golda melalui pernyataan yang disampaikan oleh Pinontoan menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah terkait, baik di tingkat provinsi maupun Pemerintah Kota Manado sesuai kewenangan masing-masing.

Kegiatan reses ini diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang merata, responsif, dan tepat sasaran di Sulawesi Utara.

Anggota DPRD Sulut dapil Kota Manado Amir Liputo melaksanakan reses 1 tahun 2026, Sabtu (28/3/2026) di Sospol, Kecamatan Tuminting Kota Manado. Sabtu (28/3/26).

Politisi PDI Perjuangan Jeane Laluyan turun reses di Kecamatan Malalayang dan Jemaat GMIM Paulus. Diakui Srikandi Fraksi PDI Perjuangan, selain ia bertemu masyarakat, dirinya juga turun langsung mendengarkan aspirasi dari para lurah dan perangkat kelurahan. “Saya banyak menyampaikan program yang ada di Komisi II seperti bantuan UMKM, juga bantuan baik itu terkait pertanian, perkebunan, perikanan. “Semua yang disampaikan telah saya tampung untuk diperjuangkan dalam Pokir DPRD Sulut.

Yongkie Limen melaksanakan reses, Senin (30/3/2026) Pukul 17.00 wita di Kecamatan Paal Dua, Lingkungan 7, Dendengan Dalam Lingkungan 4. Hampir sama seperti anggota dewan lainnya, masalah infrastruktur jalan, pendidikan, bantuan sosial ikut terangkat dalam aspirasi warga Paal Dua.

(Advetorial/DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *